Gravisware Web Design

Lokasi anda: Home Tips dan Tutorial

Tutorial

Retro Style

Retro StyleAda beberapa karakter web design yang cukup diminati akhir-akhir ini, diantaranya minimalis, grunge, modern, elegan, klasik, pop, dan retro. Retro dapat diartikan sebagai "old fashioned" atau gaya lama - tetapi berbeda dengan klasik. Retro bisa diartikan sebagai design yang mencerminkan karakter dan gaya hidup sesudah perang dunia ke dua, yaitu sekitar tahun 1940 hingga 1960.

Lukisan poster, gambar-gambar kartun klasik, mobil cadilac kuno, sepeda kumbang, hingga warna-warna lusuh menjadi ciri khas dari karakter retro. Design retro dianggap dapat menampilkan karakter sentimentil yang seolah-olah membawa pelihatnya bernostalgia ke masa lalu. Sehingga dalam web design, karakter retro lebih cenderung dipakai untuk menonjolkan kesan kuno, idealis, nostalgia, dan berbeda.

 

Mobile Template Plugin untuk Wordpress

Wordpress MobileSaat ini, sebuah blog yang berbasis wordpress belum lengkap rasanya jika belum support handphone. "Support" di sini berarti blog tersebut tetap terlihat normal saat dibuka lewat handphone. Handphone memiliki karakteristik yang berbeda dengan PC, gadget ini memiliki layar kecil, selain itu beberapa jenis script yang membutuhkan ekstra layout seperti java, iframe, ajax, dan applet biasanya tidak berjalan lancar di handphone.

Untuk blog yang berbasis wordpress, ada plugin yang memungkinkan blog bisa dibuka lewat handphone secara lancar, yaitu "WordPress Mobile Pack". Plugin ini bisa didownload gratis di sini. WordPress Mobile Pack bekerja dengan cara mengenali browser yang digunakan oleh pengunjung.

 

"Under Construction" Page Design

Under ConstructionBanyak hal yang membuat sebuah website ditutup untuk sementara. Bisa jadi karena memang dalam masa perombakan, belum selesai dibuat, berganti sistem, berganti design, hingga berganti domain atau hosting. Agar tidak terlihat "blank", website yang sedang vakum seperti ini biasanya ditutupi dengan sebuah halaman under construction atau coming soon page.

Dulu orang beranggapan bahwa under construction page cukup dengan tulisan "Maaf, situs sedang dalam perbaikan" atau sejenisnya. Tetapi seiring perkembangan jaman, under construction page tidak melulu 'polos' dan 'lugu' seperti itu. Seorang web designer yang kreatif biasanya tetap berusaha bagaimana agar under construction page tersebut bisa berbeda dan berkarakter serta bisa mencerminkan website aslinya nanti.

 

Tips Mencari Inspirasi

BlankSalam.. Smile maaf jika blog ini untuk beberapa waktu belum diupdate. Kesibukan kami akhir-akhir ini sangat menumpuk. Yup, ini adalah akhir tahun dimana ini adalah musim liburan di barat sono. So, banyak turis asing yg melewatkan waktunya dengan berlibur di bali.. bukan hanya itu, mereka juga membawa 'oleh-oleh' berbagai proyek untuk kami. Saya sendiri pun harus bolak-balik Solo-Bali untuk mengurus ini dan itu.

Senang memang ketika mendapat banyak proyek. Tapi di sisi lain, tentunya ide dan kreatifitas yang dimiliki manusia biasa seperti kami sangat terbatas. Padahal setiap proyek baru dibutuhkan ide-ide baru. Makin banyak proyek tentunya makin banyak ide yang dibutuhkan.

 

Web Design Minimalis: Tetap Manis

Minimalist Web DesignWeb design minimalis dapat diartikan sebagai desain web yang simpel, tidak terlalu banyak warna, dan mudah navigasinya. Web minimalis cenderung digemari karena web seperti ini biasanya mudah dimengerti dan mudah diakses. Seperti yang telah dibahas dalam artikel-artikel terdahulu, website yang memiliki terlalu banyak elemen dan link bisa membuat user bingung, terutama jika user tersebut tidak terlalu akrab dengan dunia internet; dan ini tentunya sangat mengganggu kenyamanan.

Web minimalis harus memiliki warna, tekstur, background dan elemen yang sederhana dengan tambahan satu atau dua objek besar sebagai titik fokus. Sehingga saat diakses, mata user akan cenderung mengarah pada satu atau dua titik itu saja. Web minimalis biasanya hanya memuat unsur-unsur yang dianggap penting, widget dan link-link tidak penting dan sekiranya tidak berfungsi lebih baik ditinggalkan. Tetapi dalam penghilangan elemen inipun juga harus harus hati-hati, jangan sampai website menjadi 'pincang' gara-gara kehilangan fitur pentingnya.

 

Translate This Page

Web Design


Artikel Terpopuler

Friends

Bagi Info

Anda bisa membagi informasi yang tercantum di situs ini lewat:

Bagikan info di situs ini lewat Blinklist Bagikan info di situs ini lewat Del.icoi.us Bagikan info di situs ini lewat Digg Bagikan info di situs ini lewat Facebook Bagikan info di situs ini lewat Furl Bagikan info di situs ini lewat Google Bagikan info di situs ini lewat Ma.Gnolia Bagikan info di situs ini lewat Newsvine Bagikan info di situs ini lewat Reddit Bagikan info di situs ini lewat StumbleUpon Bagikan info di situs ini lewat Technorati Bagikan info di situs ini lewat Yahoo

Berlangganan

Anda bisa mengikuti update artikel terbaru di situs ini lewat :
Ikuti update artikel lewat email
  Ikuti update artikel lewat RSS 2.0 (feedburner)  Ikuti update artikel lewat Twitter (http://twitter.com/gravisware)