Salam..
maaf jika blog ini untuk beberapa waktu belum diupdate. Kesibukan kami akhir-akhir ini sangat menumpuk. Yup, ini adalah akhir tahun dimana ini adalah musim liburan di barat sono. So, banyak turis asing yg melewatkan waktunya dengan berlibur di bali.. bukan hanya itu, mereka juga membawa 'oleh-oleh' berbagai proyek untuk kami. Saya sendiri pun harus bolak-balik Solo-Bali untuk mengurus ini dan itu.
Senang memang ketika mendapat banyak proyek. Tapi di sisi lain, tentunya ide dan kreatifitas yang dimiliki manusia biasa seperti kami sangat terbatas. Padahal setiap proyek baru dibutuhkan ide-ide baru. Makin banyak proyek tentunya makin banyak ide yang dibutuhkan.

Di dunia ini, apa pun yang dirasa sebagai terbaik pasti mendapatkan penghargaan. Demikian pula dalam dunia web design. Salah satu ajang bergengsi dalam kompetisi dunia web design adalah The CSS Awards. Penghargaan The CSS Awards diberikan kepada website atau blog terbaik yang menggunakan CSS (Cascading Style Sheet) sebagai platform desain, theme, atau template-nya.
Seperti yang sudah disampaikan dalam artikel sebelumnya, blog minimalis cenderung digemari karena web seperti ini memang mudah dimengerti dan ringan. Hal ini wajar, karena blog minimalis biasanya mengandung sedikit gambar/image sehingga waktu loading yang dimilikinya pun lebih cepat. Selain itu, karena blog minimalis biasanya memiliki layout sederhana, maka file-file CSS nya juga cukup enteng dibaca oleh browser.
Web design minimalis dapat diartikan sebagai desain web yang simpel, tidak terlalu banyak warna, dan mudah navigasinya. Web minimalis cenderung digemari karena web seperti ini biasanya mudah dimengerti dan mudah diakses. Seperti yang telah dibahas dalam artikel-artikel terdahulu, website yang memiliki terlalu banyak elemen dan link bisa membuat user bingung, terutama jika user tersebut tidak terlalu akrab dengan dunia internet; dan ini tentunya sangat mengganggu kenyamanan.
Sejak awal kelahiran website di awal tahun 1990, para programer dan graphic desainer mendapatkan sebuah lahan baru untuk karya mereka, yang kemudian disebut web design. Seiring perkembangannya, web design akhirnya tumbuh menjadi segmen design tersendiri yang jelas-jelas terpisah dari graphic design. Skill yang dibutuhkan pun juga berbeda dengan graphic design, karena web design juga melibatkan berbagai bahasa pemrogaman.








